Peraturan Renang Gaya Dada (Katak)

Kesempatan kali ini saya akan membahas tentang peraturan dalam perlombaan renang nomor gaya dada atau sering disebut gaya katak. Secara resmi dari aturan FINA disebut gaya dada atau breaststroke, namun untuk kali ini saya tidak akan membahas bagaimana cara melakukan gaya tersebut tetapi lebih ke arah apa saja yang dapat menyebabkan diskualifikasi.

Penyebab Diskualifikasi saat Berenang (gaya dada)
  1. Siklus gerakan tangan dan kaki tidak bergantian
  2. Kepala perenang tidak memecah permukaan air
  3. Tarikan tangan penuh atau melebih garis pinggang
  4. Melakukan gerakan fluter kick atau gerakan menggunting
  5. Melakukan dholphin kick secara aktif
Penyebab Diskualifikasi saat Pembalikan dan Finish
  1. Pembalikan dilakukan menggunakan satu tangan
  2. Pada saat tangan menyentuh dinding pembalikan tidak bersamaan, tidak sejajar bukan berarti tidak bersamaan
  3. Melakukan tarikan tangan penuh lebih dari satu kali setelah pembalikan dan setelah start
  4. Melakukan gerakan dholphin kick lebih dari satu kali saat setelah pembalikan dan setelah start
  5. Tidak menyentuh dinding pembalikan dengan tangan
Hal-hal diatas merupakan yang biasanya perlu dicermati saat akan melakukan gaya dada atau katak. Memang agak banyak aturan yang harus diikuti dan sedikit lebih ke masalah yang detail-detail. Catatan paling banyak terjadi diskualifikasi pada gaya dada adalah saat melakukan pembalikan dan saat underwater kick. Saat pembalikan kebiasaan perenang akan menggunakan satu tangan dan saat underwater kick perenang biasanya terjadi gerakan ikutan yang menyebabkan terjadinya 2 kali gerakan dolphin kick atau pun malah tarikan tangan.